WELCOME NIL SUDAN

SELAMAT DATANG DI PUSAT INFORMASI SEPUTAR BERITA SUDAN
Tampilkan postingan dengan label sudan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sudan. Tampilkan semua postingan

7 Apr 2016

Sudan Ingin Terus Kembangkan Hubungan dengan Uni Eropa

Khartoum, 28 Jumadil Akhir 1437/7 April 2016 (MINA) – Wakil Presiden Sudan Jenderal Bakri Hassan Saleh mengatakan, Pemerintah Sudan ingin terus mengembangkan hubungan dengan Uni Eropa.
Jenderal Saleh mengatakan, Sudan memiliki kemampuan politik yang kuat agar nantinya secara luas dan aktif bisa mengatasi masalah kemiskinan dan migrasi.
Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Khartoum melaporkan, pernyataan itu disampaikan ketika Wakil Presiden menerima delegasi dari Uni Eropa Bidang Kerjasama Internasional Nevin Lemeka di Istana Presiden Sudan, Rabu (6/4).
Koresponden MINA mengatakan, pihak Uni Eropa mengapreasiasi dan memberikan dukungan kepada Pemerintah Sudan atas kerjasamanya mengatasi masalah imigrasi yang selama ini telah di kerjakan, termasuk imigran dari Suriah dan negara-negara tetangga lainnya.
Sementara itu, Uni Eropa dan dunia internasional akan siap membantu Sudan untuk memulihkan kembali masalah-masalah eksternalnya, termasuk mengatasi dan mengangkat sanksi ekonomi Amerika Serikat yang sudah berjalan hampir 20 tahunan.
Pihak Uni Eropa juga mencatat, Sudan mempunyai peran yang sangat aktif dan penting di kawasan regional.
Wakil Presiden Sudan menegaskan bahwa negaranya perlu ada dukungan yang kuat untuk mencapai itu semua. (L/K06/P001)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA

4 Apr 2016

Sudan-Kuwait Sepakat Pembebasan Visa Diplomatik

Khartoum, 25 Jumadil Akhir 1437/4 April 2016 (MINA) – Menteri Luar Negeri Sudan Prof. Dr. Ibrahim Ghundor telah bertemu dengan Pangeran Kerajaan Kuwait Sabah Ahmad Al-Sabah, dalam rangka kunjungan kenegaraan ke Kuwait Ahad kemarin membahas bersama kerjasama pembebasan visa bagi pemegang visa diplomatik khusus.
Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Khartoum melaporkan, pada pertemuan tersebut selain pembahasan kerjasama pembebasan visa bagi pemengang Visa khusus diplomatik antar kedua negara juga pembahasan kerjasama lainnya yang saling menguntungkan diberbagai bidang.
Selain perjanjian pembebasan Visa, Kementrian Luar Negeri Kuwait juga menegaskan pengembangan kerjasama hubungan studi pengembangan bersama dan nota kesepahaman antara institusi diplomatik milik Pemerintah Kuwait, Saud Nasir As Shobah, yang bergerak di bidang studi dan pengembangan diplomatik dengan institusi diplomatik milik Pemerintah Sudan.
Hadir dalam acara penandatangan tersebut Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait, Kholid Sulaiman Al-Jazarallah dan pada Senior yang ada di beberapa kementerian Kuwait serta Duta Besar Sudan untuk Kerajaan Kuwait , Dr. Muhyiddin Salam.(L/K06/R05)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Sudan dan India Jalin kerjasama Militer

Khartoum, 24 Jumadil Akhir 1437/3 April 2016 (MINA) – Menteri Pertahanan Sudan Jenderal Awad bin Yusuf telah melakukan  kunjungan resmi  ke beberapa negara sahabat di Asia selama sepekan, termasuk ke India dan Qatar.
Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Khartoum melaporkan, dari hasil kunjungan ke dua negara tersebut, Sudan menjalin kesepakatan dan pengembangan nota kesepahaman terutama dengan India dalam hal pengembangan militer di berbagai bidang yang komprehensif.
Menteri Pertahanan Sudan juga melakukan sejumlah pertemuan, termasuk dengan Menteri Pertahanan India dan sejumlah pejabat penting di Kementerian Pertahanan India. Selain itu juga Menteri Pertahanan Sudan diundang secara khusus oleh Pemerintah India untuk  menyaksikan Pameran Pertahahan dan Militer yang diadakan oleh Kementerian Pertahanan India di Nairobi beberapa hari yang lalu.
Kedua negara membahas cara-cara meningkatkan dan pengembangan hubungan di bidang militer antarkedua negara.
Hasil kesepakatan antara Sudan dan India di antaranya pengembangan nota kesepahaman yang ditandatangani antara kedua negara untuk protokol militer yang komprehensif antara Kementrian Pertahanan  kedua negara, termasuk pegembangan angkatan bersenjata antara kedua negara.
Selain melakukan kunjungan resmi ke India, Menteri Pertahanan Sudan juga menghadiri Pameran Pertahanan Produk Bimdex  yang diselenggarakan di Doha.
Dalam kunjungan itu juga menteri Pertahanan Sudan bersama delegasinya melakukan pertemuan dengan Direktur Industrialiasi Bidang Militer dan Kepala Staf Anggatan Laut Kementerian Pertahanan Qatar, serta menghadiri sejumlah acara penting.
Dr. Khalid bin Muhammad Al Atiya’,  Menteri Pertahanan Qatar sangat memuji kunjungan Jenderal Awad bin Yusuf dalam mengikuti berbagai kegiatan pameran militer yang diadakan oleh Qatar.
Pemerintah Qatar menyatakan akan terus mendukung di semua bidang kerjasama dengan Pemerintah Sudan yang selama ini telah terjalin cukup kuat.(L/ K06/P001)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
http://www.mirajnews.com/id/sudan-dan-india-jalin-kerjasama-militer/108962

Perusahaan Minyak Cina Tak Kurangi Sebagian Investasinya di Sudan

Khartoum, 25 Jumadil Akhir 1437/4 April 2016 (MINA) Sebuah Perusahaan Minyak Nasional Cina (CNPC) yang berpusat di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, Ahad kemarin, mengungkapkan akan berencana mengurangi investasi dan kapasitas produksi mereka di sejumlah negara-negara Africa dan Arab, kecuali untuk Sudan.
Keputusan perusahaan minyak Cina yang didirikan pada tahun 1988 Itu disebabkan adanya dampak dari menurunnya harga minyak global saat ini yang lebih rendah dan kapasitas pembiayaan produksi perusahaan yang cukup tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh delegasi CNPC yang dipimpin Liu Yu Jin, Direktur Bidang Perencanaan dan Keuangan CNPC, saat menemui Menteri Keuangan Sudan Dr. Badruddin Mahmud di Kantor Kementerian Keuangan Sudan di Khartoum.
Mahmud mengungkapkan bahwa Pemerintah Sudan selalu akan memperkuat kerjasama hubungan strategis dengan Pemerintah Cina di berbagai bidang termasuk meningkatkan kerjasama ekonomi dan politik dari kedua negara demi terciptanya hubungan yang kuat serta pengembangan yang strategis dari keduanya.
Dia juga mengatakan kepada delegasi CNPC bahwa Pemerintah Sudan telah membuat komite tingkat tinggi yang secara langsung khusus di bawah Pengawasan Presiden Sudan Omar Hasan Ahmad Al-Bashir, di mana dalam komite tersebut beranggotakan beberapa kementerian terkait termasuk Kementerian Keuangan yang secara langsung mengontrol atas kerjasama hubungan kedua negara yang selama ini telah terjalin.
“Kami berjanji akan terus membantu mengatasi semua hambatan untuk proses investasi dan CNPC untuk beroperasi di Sudan,” kata Mahmud, demikian laporan Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Khartoum mengutip kantor berita nasional Sudan.
Dia juga menyerukan kepada CNPC untuk meningkatkan kapasitas Produksinya serta mencari tempat Blok-blok sumber minyak terbaru demi untuk menaikan Kapasitas Produksinya di Sudan yang saling menguntungkan antar kedua negara.
Sementara itu, Mahmud juga memuji atas keputusan CNPC atas pengecualian rencana akan memangkas produksi khususnya kepada di Afrika dan dunia Arab.
“Seperti di ketahui juga perusahaan CNPC telah beroperasi di sektor perminyakan khususnya di Sudan sejak tahun 1997. Ini menunjukkan bahwa Sudan merupakan pintu gerbang bagi perusahaan untuk negara-negara di Afrika,” ujarnya.
Sebagai Informasi tambahan bahwa para Investor yang ada di Sudan saat ini didominasi dari Cina, selain dari negara-negara teluk lainnya.
Sudan saat ini masih dalam proses transisi dari Sudan Selatan disebabkan tidak stabilnya keamanan, politik, budaya, dan lain-lain yang itu memicu rendahnya stabilitas ekonomi sudan. Saat ini Pemerintah Sudan masih terus berusaha untuk mengakhiri embargo ekonomi oleh Amerika Serikat dan dunia Internasional yang sudah hampir berjalan lebih dari 20 tahunan.(L/K06/R05)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

18 Mar 2016

Sudan Tetapkan Orang Sudan Selatan sebagai Warga Asing

Khartoum, 9 Jumadil Akhir 1437/18 Maret 2016 (MINA) – Pemerintah Sudan telah menetapkan pada Kamis (17/3) siang bahwa warga negara Sudan Selatan yang berada di negara itu sebagai orang asing.
Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Khartoum melaporkan, Pemerintah Sudan akan mengambil tindakan hukum bagi siapa saja dari warga Sudan Selatan yang tidak membawa pasport dan visa ketika memasuki wilayah Sudan dalam sepekan setelah keputusan itu.
Presiden Omar Hassan Al-Bashir sebelumnya mengatakan, memungkinkan pengecualian dan dipertimbangkan bagi warga Sudan Selatan yang mengungsi dari peperangan untuk mencari tempat aman atau pengobatan.
Sementara itu Asisten Presiden Sudan, Ibrahim Mahmoud Hamid mengatakan, pemerintah akan menutup kembali perbatasan jika Sudan Selatan masih terus mendukung gerakan pemberotakan di Darfur, Kordofan Selatan dan Nil Biru.
Utusan Dewan Menteri Umar Muhammad Sholeh mengatakan kepada wartawan, Kamis, Dewan  Menteri sangat menekankan pentingnya stabilitas keamanan di perbatasan. (L/K06/P001)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

3 Mar 2016

Sudan Tampung 100 Ribu Penggungsi Suriah

Khartoum, 24 Jumadil Awwal 1437/3 Maret 2016 (MINA) – Sebuah Komite yang bertanggungjawab secara khusus menangani pengungsi Suriah di Sudan mengungkapkan, jumlah pengungsi Suriah yang sudah tercatat di Sudan sekitar 100 ribu pengungsi.
Menurut komite itu, jumlah tersebut akan terus bertambah mengingat kondisi di Suriah yang hingga saat ini belum kondusif, media setempatAssohoroq edisi Selasa (2/3) melaporkan.
Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Sudan mengatakan, lembaga yang mengurus pengungsi Suriah memperlakukan para pengungsi dengan sangat baik saat melakukan pendataan pengungsi Suriah di Sudan baru-baru ini.
Perwakilan dari Komite untuk Pengungsi di Sudan, Adil Dafaallah, mengungkapkan, perlakuan baik terhadap para pengungsi adalah instruksi langsung dari Presiden Sudan, Omar Hasan Ahmad Al Bashir.
“Setiap warga negara Suriah yang memasuki wilayah Sudan, otomatis akan disamakan dengan warga masyarakat Sudan pada umumnya, bukan sebagai pengungsi. Ini sebagai bukti nyata bahwa para pengungsi diberlakukan sama sebagai seperti warga Sudan pada umumnya. Tanpa membedakan suku dan bangsa,” ujarrya.
Lebih lanjut, lembaga itu mengatakan, selain menampung dan memberikan pelayanan kepada pengungsi Suriah di Sudan, pihaknya juga akan memberikan berbagai jenis bantuan langsung.
“Usaha ini sebagai agenda untuk memperluas jaringan dengan mengakomodasi seluruh keperluan pengungsi Suriah selama berada di Sudan dengan memberikan bantuan pendidikan informal seperti memberikan beasiswa pendidikan di sekolah dasar, hingga perguruan tinggi yang sesuai dengan kurikulum yang ada di Sudan,” paparnya.
Media-media di Khartoum mengatakan, Khartoum akan menjadi tuan rumah bagi sekitar 80 ribu pengungsi Suriah yang melarikan diri dari perang yang saat ini terjadi di Suriah yang sudah memasuki empat tahun lamanya.
Sebagaimana diketahui, jumlah penduduk di Sudan pasca referendum dengan Sudan Selatan  pada pertengahan 2011 lalu, lebih kurang 38 juta jiwa, merujuk dari  Badan Statistik  Nasional Sudan tahun 2015 lalu, dari hampir 15 negara bagian atau provinsi di seluruh Sudan. (L/K06/P011–P2)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

29 Feb 2016

Jepang Beri Bantuan Bagi Pengungsi di Sudan

Khartoum, 20 Jumadil Awwal 1437/29 Februari 2016 (MINA) – Pemerintah Jepang menyalurkan bantuan kemanusian untuk para pengungsi yang berada di Sudan melalui Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) sebesar 4,5 juta Dolar AS.
Bantuan kemanusiaan tersebut telah disalurkan sejak diumumkan Pemerintah Jepang Kamis (25/2) lalu untuk mendukung misi kemanusian bagi pengungsi di beberapa titik yang terkena Konflik di sekitar enam wilayah perbatasan dengan Sudan Selatan.
Duta Besar Jepang untuk Sudan, Hideki ITO, menegaskan secara historis Sudan menjadi salah satu tuan rumah terbesar bagi pengungsi dunia. “Saya senang atas bantuan kami kepada para pengungsi di samping menyediakan mereka beberapa keperluan lainnya melalui dana bantuan resmi dari Pemerintah Jepang yang dikelola PBB dalam hal ini UNHCR,” ujarnya.
Sebagaimana laporan Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Sudan, bantuan itu sebagai wujud Pemerintah Jepang dalam membantu dan memberikan dukungan untuk Pemerintah Sudan dalam menghadapi para pengungsi akibat terjadinya konflik di berbagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Sudan.
Dia menegaskan keyakinannya bahwa Sudan sangat memainkan peran positif dalam memajukan stabilitas keamanan di kawasan tersebut.
Sementara itu, pihak UNHCR mendukung upaya Pemerintah Sudan untuk memberikan perlindungan dan bantuan kepada pengungsi yang selama ini sangat membutuhkan, terutama di daerah konflik berbatasan dengan Sudan Selatan.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan rakyat Jepang atas dukungan yang kuat terhadap pengungsi yang ada di Sudan,” kata Mohammad Adrar, perwakilan UNHCR untuk Sudan.
Kontribusi Pemerintah Jepang akan dialokasikan terutama untuk mendukung UNHCR melakukan misi kemanusiaannya dalam memberikan bantuan untuk pengungsi terutama di Khartoum, Sudan Timur, dan Darfur.
Bantuan tersebut juga menjamin keberlanjutan layanan dasar untuk mendukung sekitar 90 ribu pengungsi dan masyarakat setempat terutama di Sudan Timur. Termasuk juga mendukung keperluan dasar masyarakat, terutama bidang kesehatan gizi, saluran air bersih, pendidikan, dan lain-lain.
Selain itu, pihak UNHCR akan menyediakan penampungan darurat untuk para Pengungsi, demikian laporan Media Online Sudan Tribune kemarin malam.(L/K06/R05)
 Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

10 Feb 2016

Mesir, Ethiopia, Sudan Diskusikan Efek Bendungan Nil

Khartoum, 3 Jumadil Awwal 1437/11 Februari 2016 (MINA) – Pejabat Mesir, Ethiopia dan Sudan bertemu di Khartoum pada Selasa (9/2) waktu setempat membahas proposal teknis untuk mempelajari dampak dari konstruksi bendungan raksasa Sungai Nil di Ethiopia, Grand Ethiopian Renaissance Dam.
Delegasi ketiga negara bertemu di ibukota Sudan, Khartoum, masing-masing diwakili oleh sebuah komite teknis, sepakat menyerahkan proposal studi kelayakan kepada dua perusahaan Perancis, All Africa melaporkan.
Usulan tentang studi potensi dampak bendungan telah dikirim bulan lalu ke tiga negara untuk ditinjau menjelang putaran perundingan.
Mesir, Ethiopia dan Sudan telah beberapa tahun terhenti dalam negosiasi atas bendungan di Ethiopia dan Mesir, yang dikhawatirkan akan memiliki efek merugikan pada pengguna Sungai Nil.
Sungai Nil merupakan salah satu sungai terpanjang di dunia, mengalir sejauh 6.650 km dan melewati sembilan negara, yaitu: Ethiopia, Mesir, Sudan, Zaire, Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda dan Burundi.
Sumber Sudan mengatakan bahwa tiga komite menyetujui anggaran keuangan untuk perusahaan dibagi sama rata, menurut sebuah pernyataan di situs Kementerian Luar Negeri Ethiopia.
Artelia Group, yang menawarkan manajemen proyek konsultasi dan jasa, terutama air dan lingkungan, ditunjuk untuk melaksanakan 70 persen dari studi. Sisa pekerjaan lainnya akan dilakukan oleh BRL Group yang menawarkan jasa konsultasi khusus air dan lingkungan.
Tiga negara telah sepakat bahwa kontrak dengan dua perusahaan akan ditandatangani paling lambat pertengahan Februari.
Bulan lalu, Menteri Air dan Irigasi Mesir Hossam Moghazi sudah mulai melakukan studi untuk menentukan dampak dari bendungan air yang mencapai Mesir dan Sudan, serta efek pada hasil listrik dari bendungan yang sudah ada. Mesir memiliki dua bendungan besar, yaitu Aswan High Dam dan Sudan Merowe Dam, proyek-proyek listrik tenaga air.
Studi juga mengidentifikasi efek dari pengaruh lingkungan, ekonomi dan sosial dari bendungan di Mesir dan Sudan, Menteri Moghazi menambahkan.
Mesir, Ethiopia, dan Sudan telah mengadakan lebih dari 10 putaran perundingan selama dua tahun terakhir, guna menjamin bahwa bendungan hidroelektrik tidak akan mengurangi kapasitas Sungai Nil.
Pembicaraan tripartit di Khartoum pada Desember lalu menyepakati “Khartoum Dokumen” yang menetapkan mekanisme untuk menyelesaikan masalah berkaitan dengan bendungan Sungai Nil. Dokumen menetapkan kerangka waktu delapan bulan sampai satu tahun untuk menyelesaikan studi teknis.
Selama beberapa dekade, Mesir telah menerima 55 miliar meter kubik air sungai Nil setiap tahun, sebagai pengguna terbesar.
Mesir sangat bergantung pada sungai Nil sebagai sumber utama air dalam pertanian. Namun Ethiopia juga merasa berhak menggunakan air sungai itu untuk pembangunan, dengan menciptakan listrik menggunakan bendungan. Kedua negara telah menegaskan beberapa kali bahwa mereka tidak akan merugikan kepentingan masing-masing negara. (T/P4/R05)
 Mi’raj Islamci News Agency (MINA)

Festival Budaya Asian Cultural Festival In Sudan

EL-GENEINA (Pos Kota) – Tepuk tangan meriah dari kurang lebih 2000 orang yang hadir dalam pergelaran acara festival budaya, sesaat usai penampilan personel TNI dari Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid (United Nations African Union Mission in Darfur) yang mempertunjukan tarian tradisional Indonesia, yaitu Tari Lenggang Mainang yang dikolaborasikan dengan Tari Saman, pada Asian Cultural Festival In Sudan, di Hotel Chorintia, Khartoum, Sudan Afrika.
Kegiatan ini digelar oleh Pemerintah Sudan bertujuan guna memperkenalkan kultur negara-negara khususnya negara dari benua Asia, kepada masyarakat Sudan sendiri. Selain menampilkan tarian tradisional dari setiap negara, diperkenalkan juga makanan tradisional negara partisipan Asian Cultural Festival In Sudan termasuk Indonesia. Festival tahunan yang sudah dua kali diselenggarakan, pada tahun ini diikuti oleh 9 negara yaitu Indonesia, China, India, Iran, Jepang, Korea, Malaysia, Pakistan Serta Rusia.
Ditempat terpisah, Komandan Satgas Konga XXXV-A/Unamid Letkol Inf M. Herry Subagyo, seusai kegiatan tersebut mengatakan, selain peran kita sebagai peacekeeper pada misi perdamaian di Darfur Sudan, kita juga merupakan Duta Bangsa yang memperkenalkan Indonesia dimata Dunia. “Sebuah kesempatan, dan kehormatan bagi Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid dapat memperkenalkan kebudayaan Indonesia diluar negeri” tandasnya.
Tim kesenian budaya dari Kontingen Indonesia yang tampil dalam Asian Cultural Festival In Sudan terdiri dari 8 orang personel dipimpin oleh Kapten Inf Reza Syahputra, dan sebagai ketua rombongan sekaligus sebagai supervisor tim budaya dari Satgas Konga XXXV-A/Unamid yaitu Mayor Marinir Ahmad Yani, yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Seksi Personel Satgas Konga XXXV-A/Unamid.
“Performa tim kesenian kita sangat membanggakan, terlihat dari apresiasi penonton saat tarian budaya Indonesia ditampilkan, maupun seusai penampilan. Kami bangga sekali dapat menunjukan wajah Indonesia yang kaya akan budaya di hadapan orang-rang dari berbagai negara”, ungkap Mayor Marinir Ahmad Yani.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, pejabat Kementerian Pariwisata dan Kementerian Luar Negeri Negara Sudan, Duta Besar RI Untuk Sudan Bapak Burhanuddin Badruzzaman, serta para Duta Besar Negara-negara yang turut berpartisipasi pada acara Asian Cultural Festival In Sudan.
Perwira Penerangan Konga XXXV-A/Unamid
Lettu Laut (KH) Eldhira Respati, S.Sos.

8 Feb 2016

Sudan Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional Persatuan Wanita Muslim


Khartoum, 1 Jumadil Awwal  1437/9 Februari 2016 (MINA) – Sudan menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Persatuan Wanita Muslim, yang diselengarakan selama dua hari dari 8 hingga 9 Februari 2016 bertempat di Friendship Hall, Khartoum.
Dalam sambutannya pada pembukaan konferensi, Selasa,  Sekretaris Jendral  Persatuan  Islam Wanita Muslim Afaf Mohammad mengatakan, konferensi ini bertujuan mengembangkan peranan wanita muslim untuk meningkatkan kapasitasnya agar dapat bersaing dalam isu-isu kontemporer.
Afaf mengatakan, selain itu juga untuk memperkuat posisi perempuan yang saling berpartipasi dalam pembangunan manusia khususnya di bidang wanita.
“Terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi saat ini, baik  di bidang perdamaian, mau pun pembangunan lainya,” kata Afaf di Friendship Hall, Khartoum, Selasa (9/2).
Berdasaran pantauan koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA)  di Sudan, sekitar 26 Negara Muslim ikut menghadiri Konferensi Internasional Persatuan Wanita Muslim tersebut.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu mengangkat tema tentang “Isu-isu Kontemporer dan Peradaban  Wanita Muslim”. Hadir lebih dari 76 para Ahli di bidang Perempuan yang mewakili Anggota Dewan Pembina dari negara-negara Muslim, termasuk Ibu Prof. Dr. Tuty Alawiyah, MA Dewan Pembina MAAI (Majelis Ilmuan Muslimah Internasional) sebagai delegasi dari Indonesia serta Ketua Umumnya Ibu Prof. Dr. Amany Lubis, MA.
Hadir juga beberapa duta besar negara sahabat dan diplomat, di antaranya kehadiran Duta Besar Arab Saudi untuk Sudan, Dr. Faisal bin Hamid Mualla. Serta para Alim Ulama’ Sudan.
Awal mula Organiasasi Cendikiawan Perempuan Muslim yang ini didirikan oleh The Internasional Muslim Women Union (IMWU), bertempat di Khartoum, Republik Negara Sudan pada 20 November 1997. IMWU sendiri adalah lembaga non pemerintah yang memiliki sifat konsultatif dengan Dewan Ekonomi Sosial PBB (ECOSOC).
Sedangkan untuk Perwakilan  cabang  di Indonesia pertama kali didirikan oleh Prof. Dr. Nabilah Lubis, yang juga seorang pendiri MAAI Internasional mengatakan bahwa MAAI cabang Indonesia berdiri pada April tahun 2000 saat kongres IMWU ke-2 di Beirut. Di kongres IMWU ini, kepengurusan MAAI pusat dipimpin oleh Maroko setelah beberapa kali pergantian penggurus.(L/K06/P010/R05)


Miraj Islamic News Agency (MINA)

Sudan Gempar Warganya Bunuh Tentara Israel

Khartoum, 29 Rabi’ul Akhir 1437/8 Februari 2016 (MINA) – Pemerintah dan rakyat Sudan digemparkan oleh pemberitaan seorang warganya yang dilaporkan membunuh seorang tentara Israel di Palestina.
Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Khartoum memberitakan, media-media nasional di Sudan melaporkan, tentara Israel itu tewas setelah ditikam pada Ahad (7/2) di Askhelon, beberapa media dan polisi Israel telah mengumumkan hal itu.
Pelaku yang tidak disebutkan namanya itu statusnya sedang menjadi tamu di Palestina.
Kejadian itu bermula ketika serorang pria Sudan di dalam bus, tiba-tiba menyerang seorang tentara Israel dengan menikamnya, lalu langsung melarikan diri. Dalam pengejaran itu, polisi Isreal langsung menembak mati pelaku.
Sejauh ini, juru bicara polisi Israel tidak mengungkapkan rincian tentang apa yang pelaku lakukan di Palestina.
Beredar juga beberapa video tentang kejadian itu yang menyebutkan untuk pertama kalinya seorang non-Palestina “syahid” dalam Intifadha oleh kejahatan Israel. (L/K06/P001)


Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

7 Feb 2016

Sudan Gempar Warganya Bunuh Tentara Israel

Khartoum, 29 Rabi’ul Akhir 1437/8 Februari 2016 (MINA) – Pemerintah dan rakyat Sudan digemparkan oleh pemberitaan seorang warganya yang dilaporkan membunuh seorang tentara Israel di Palestina.
Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Khartoum memberitakan, media-media nasional di Sudan melaporkan, tentara Israel itu tewas setelah ditikam pada Ahad (7/2) di Askhelon, beberapa media dan polisi Israel telah mengumumkan hal itu.
Pelaku yang tidak disebutkan namanya itu statusnya sedang menjadi tamu di Palestina.
Kejadian itu bermula ketika serorang pria Sudan di dalam bus, tiba-tiba menyerang seorang tentara Israel dengan menikamnya, lalu langsung melarikan diri. Dalam pengejaran itu, polisi Isreal langsung menembak mati pelaku.
Sejauh ini, juru bicara polisi Israel tidak mengungkapkan rincian tentang apa yang pelaku lakukan di Palestina.
Beredar juga beberapa video tentang kejadian itu yang menyebutkan untuk pertama kalinya seorang non-Palestina “syahid” dalam Intifadha oleh kejahatan Israel. (L/K06/P001)



Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Alumni Sudan, dukung peningkatan hubungan Indonesia-Sudan

Jakarta (ANTARA News) - Alumni lulusan universitas-universitas di Sudan berkumpul di Kedutaan Besar Republik Sudan di Jakarta pada Minggu dan menyatakan tekad mereka membantu meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Sudan kepada Duta Besar Sudan untuk Indonesia Abd Alrahim Alsiddig.

Dubes Abd Alrahim mengatakan kepada Antara bahwa Sudan memberikan 200 beasiswa tahun lalu kepada mahasiswa Indonesia untuk belajar di jenjang pendidikan S2 dan S3.

"Kami telah lama menanti dan menyambut baik penyelenggaraan pertemuan ini," kata Dr Tulus Musthofa Lc MA, salah seorang tokoh alumni Sudan.

Menurut Tulus, cukup banyak mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia belajar di negara Afrika tersebut dan jumlahnya dari tahun ke tahun meningkat.

"Perhatian Sudan pada soal pendidikan luar biasa dengan membebaskan siswa dan mahasiswa bebas dari biaya pendidikan," katanya.

Dosen UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta itu memuji kebijakan Sudan yang memberikan beasiswa terutama kepada mahasiswa Indonesia. 

"Kami juga mengusahakan penambahan beasiswa kepada mahasiswa Sudan untuk belajar di Indonesia dan meningkatkan jumlahnya pada tahun-tahun mendatang," kata Tulus.

Sejauh ini Indonesia memberikan sekitar 20 beasiswa kepada mahasiswa Sudan untuk belajar di jenjang S2 dan S3.

Mahasiswa Indonesia antara lain belajar bahasa Arab, tafsir Alquran dan syariah di universitas-universitas terkenal di Sudan.

Lebih 80 orang alumni yang datang dari berbagai daerah antara lain di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Maluku Utara dan Sulawesi merumuskan apa yang mereka dapat berikan di bidang sosial-budaya, ekonomi dan politik, bukan untuk apa yang mereka peroleh kelak, dengan membentuk sebuah tim.

"Kami akan mempertimbangkan proposal yang akan para alumni sampaikan dan berharap jadi peta jalan untuk masa depan hubungan dan kerja sama dua negara bersahabat ini," kata Dubes Abd Alrahim.

Diharapkan, proposal dari asosiasi persahabatan Indonesia-Sudan tersebut komprehensif, inklusif dan kerja sama berkelanjutan.

"Sangat penting bagi kami untuk mendengarkan dan merima masukan-masukan dari para alumni sebagai upaya untuk mengaktifkan hubungan. Pertemuan ini merupakan alat untuk mengaktifkan," kata dia.

Lebih jauh Dubes Sudan itu mengatakan bahwa penambahan beasiswa merupakan wujud untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Sudan dan Indonesia yang telah lama terjadlin.
Editor: Ruslan Burhani

5 Feb 2016

Presiden Omar Bashir: Transportasi Sungai Dengan Sudan Selatan Kembali Dibuka

Khartoum, 27 Rabi’ul Akhir 1437/5 Februari 2016 – Presiden Sudan, Omar Hasan Ahmad Al Albashir, mengumumkan akan membuka kembali jalur Transportasi perdagangan lintas Sungai antara Sudan dan Sudan selatan melalui pelayaran Antara Provinsi Wilayah Nil Abyad (Kosti) dan Juba ( Ibu kota Sudan selatan) demi menjaga stabilitas keamanan, politik, dan ekonomi antar kedua Negara.
Hal tersebut disampaikan Omar Hasan Ahmad Al Abashir, dalam pidato di hadapan staf pemerintah, ketika melakukan lawatan kerja ke Provinsi Nil Abyad, Kamis (4/2).
“Kami tidak akan menghukum masyarakat Sudan selatan, karena kami ingin kedua Negara ini hidup damai sesuai kesepakatan dan undang-undang yang berlaku,” ujar Omar, demikian Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan dari Sudan.
Sementara itu, jalur transportasi perdagangan dan barang jalur Sungai diketahui sudah ditutup pada Mei 2012 antara Sudan Utara dan Selatan.
Hal itu disebabkan karena adanya ketegangan di kedua pihak, diantaranya penyitaan kapal barang oleh Sudan Selatan, serta kedua negara saling menuduh masing-masing pihak mendukung pemberontakan antar satu dengan yang lain.
Menurut Badan Statistik PBB baru-baru ini, di perkirakan 198.000 orang Sudan Selatan mengungsi ke Sudan, setelah pecahnya konflik di Selatan pada pertengahan Desember 2013, dan kebanyakan mereka bermukim dan melarikan diri sebagian ke Wilayah Nil Putih dan Ibu Kota Sudan (Khartoum).
Kunjungan kerja Presiden Sudan ke Wilayah Nil Putih dalam Rangka membuka sejumlah Proyek pembangunan perkelanjutan, seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air, yang dikabarkan terbesar di Sudan.
Presiden juga mengatakan, pembentukan Proyek-proyek terbaru ini di wilayah Nil Putih adalah hadiah terbesar dan ini merupakan langkahnya sebagai pemerintah.
Dia menambahkan, hasil dari kontrak kerjasama dengan Pemerintah India untuk memperluas stasiun pembangkit listrik yang ada di Sudan lebih kuranng 700 Megawatt dengan rincian tahap pertama 500 Megawatt dan sisanya tahap kedua diperkirakan menghasilkan lebih kurang 250 Megawatt.
Selain itu, Presiden Sudan berjanji akan menjadikan Wilayah Nil Putih sebagai Penghasil dan Produsen Minyak Negara ke depannya, serta Pembuatan Proyek Bandara Internasional untuk Arus Transportasi Udara antara ibu kota Khartoum, baik barang atau jasa penumpang lainnya.
Presiden Sudan berjanji kepada masyarakat Provinsi Nil Abyad, akan menyediakan air minum bersih untuk warga di Desa-desa yang selama ini belum terjangkau.
Kunjungan Presiden Sudan ke Sungai Nil Putih bersama staf pemerintahan, untuk mendengar dan melihat permasalahan yang ada di sekitar Wilayah serta mengawal proyek-proyek kedepan demi tercapainya semua Program- program yang baik dan berguna bagi seluruh Masyarakat. (L/P008/K06/P4)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

2 Feb 2016

Media Sudan Sorot Pemerintah Tolak Hubungan Diplomasi Iran Dan Israel

 Khartoum, 23 Rabi’ul Akhir 1437/2 Februari 2016 (MINA) – Sebagian harian nasional Sudan pada Senin (1/2) menyoroti konsistensi Presiden Omar Al-Bashir tidak akan membuka normalisasi hubungan diplomasi dengan Iran dan Israel.
Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Khartoum melaporkan Senin (1/2), harian seperti Alwan, Akhir Akhbar, Asshohafah dan lainnya memberitakan, alasan Pemerintah Sudan kepada Iran lebih ditekankan kepada isu penyebaran aliran paham yang dianut mayoritas warga Iran, yaitu Syiah.
“Kami tidak paham akan aliran Syiah, akan tetapi kami dan masyarakat Sudan menganut Sunnah selama ini, oleh karena itu cukup bagi kami akan konflik yang terjadi pada 2014 lalu,” kata Al-Bashir saat berada di Addis Ababa, Ethiopia, Ahad lalu.
Sikap keras Pemerintah Khartoum terhadap paham Syiah sudah terjadi sejak September 2014 yang berujung dengan penutupan Pusat Kebudayaan Iran di seluruh negeri dan pengusiran atase kebudayaan Iran dan staf pusat mereka dari Sudan.
Langkah tegas itu diambil karena ada indikasi kuat Kantor Pusat Budaya Iran di Khartoum dan di sebagian wilayah di Sudan menyebarkan paham Syiah.
“Kami memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, dan mereka harus meninggalkan seluruh aktifitasnya di Khartoum, ketika kedutaan Arab Saudi yang berada di Teheran diserang oleh pengunjuk rasa,” kata Presiden merujuk pada serangan demonstran Iran terhadap Kedutaan Arab Saudi di Teheran pada 2 Januari lalu.
Sudan sendiri, membuka kedutaannya di Teheran pada 1974, ketika Sudan dipimpin oleh Presiden Jaafar Muhammad Al-Nemieri.
Setelah terjadi Revolusi Iran, kedutaan Sudan ditutup kembali pada 1979. Dibuka kembali pada masa pemerintahan Presiden Ahmed Al-Mirghani dan Perdana Menteri Sadiq Al-Mahdi pada 1989. Hingga akhirnya berujung pada penutupan dan penarikan Duta Besar Sudan di Iran dan pengusiran Duta Besar Iran di Khartoum pada awal 2016.
Adapun dengan Israel, dikarenakan rezim pendudukan itu selalu membuat kejahatan kemanusian dan penodaan terhadap bangsa Palestina, yang menurut Al-Bashir memang harus diadili di Mahkamah Internasional.
Hal itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Negara Sudan Hassabu Mohammad Abdalrahman dalam pidatonya di acara dialog dengan seluruh elemen politik di Khartoum, Ahad malam. (L/K06/P001)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

30 Jan 2016

Sejumlah Perusahaan AS Akan Investasi di Sudan


Khartoum, 20 Rabi’ul Akhir 1437/30 Januari 2016 (MINA) – Sejumlah perusahaan Amerika Serikat (AS) menyatakan kesediaannya untuk berinvestasi di Sudan dalam bidang pembangunan, di saat Presiden Omar Al-Bashir berupaya agar sanksi ekonomi AS dicabut.
Sinyal positif itu disampaikan oleh Duta Besar Sudan untuk AS Omar Dahab dalam pertemuannya dengan Menteri Kerjasama Internasional Kamal Hasan Ali, Sabtu (30/1) pagi di Khartoum.
Dahab mengatakan, delegasi pemerintah dan pengusaha AS akan mengunjugi Sudan pada Februari mendatang dalam rangka pertemuan penting dengan berbagai pihak terkait di Sudan.
Selain itu, kedatangan pihak mereka juga untuk berpartipasi dalam ulang tahun ke-50 kantor cabang PBB yang bermarkas di Khartoum.
Dubes Sudan menjelaskan, Program PBB yang ada di Sudan akan mengambil alih semua tugas setelah kepergian misi Uni Afrika UNAMID di Darfur yang ada dibawah kendali PBB untuk menjembatani kesenjangan pembangunan di beberapa daerah di Sudan.
Selain itu, kata Dahab, kedatangan delegasi AS ke Sudan untuk mencari sinyal positif serta keuntungan untuk periode yang akan datang di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan kerjasama lainnya.
Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Khartoum mengatakan, rencana kedatangan delegasi AS muncul setelah sepekan terakhir media-media Sudan ramai memberitakan permintaan Sudan kepada AS agar mencabut embargo ekonomi terhadap negeri itu.
Sejak 1997, Pemerintah AS memberlakukan embargo terhadap Sudan yang dianggap  menjadi sponsor teroris dan melakukan genosida kemanusiaan.
Embargo menyebabkan beberapa investor yang ingin menanamkan sahamnya ke Sudan mengalami kesulitan, termasuk Indonesia. (L/K06/P001)
Mi’raj Islamic News Agency (http://mirajnews.com/id/)

PROFIL KAMPUS SUDAN

International University of Africa, Khartoum- Sudan
Kampus International University of Africa merupakan salah satu Universitas Swasta dibawah Kementrian Riset & Perguruan Tinggi di Sudan. namun awal mula didirikan kampus ini masih berstatus Instute Agama Islam Africa yang secara khusus untuk orang-orang Africa dalam jenjang pendidikan SMP/MTS dan SMA/MA pada tahun 1966. Bertahap mulai transisi dari Instute Agama Islam Africa hingga menjadi ke Islamic Center of Afrika pada tahun 1977. Lambat laun melihat perkembangan perguruan tinggi didunia islam sangat dibutuhkan , hingga pada tahun 1991 pemerintah sudan berinisiatif untuk diluncurkan sebuah kampus atau Universitas Islam diAfrica , dan pada saat yang sama negera-negara teluk merespon apa yang di inginkan oleh Pemerintah Sudan pada saat itu.. diantaranya: Arab Saudi, Mesir, Kuwait, Libya,Qatar,UEA (Dubai) dan Kerajaan Maroko. hingga saat ini menjadi nama asli International University of Africa yang bertempat di ibukota Negera Sudan yaitu, Khartoum.
Nama Kampus International University of Africa merupakan salah satu Universitas yang paling banyak memberikan peluang Beasiswa kepada Mahasiswa Asing yang setiap tahunnya mencapai ribuan. terbukti sampai saat ini tercatat hampir 80 Negara kurang lebih yang sudah belajar di kampus tersebut dan menjalin kerjasama , yang terbagi dari benua Africa, Eropa & Asia yang sudah melanjutkan Studi diberbagai Program Pendidikan di Universitas tersebut. termasuk Indonesia..
Menurut Informasi calon mahasiswa Indonesia yang akan melanjutkan Studi ke Sudan khusus Program Sarjana (S1) baik melalui tes beasiswa Kementrian Agama RI dan beberapa Yayasan Indonesia yang sudah melakukan kerjasama diberbagai University di Sudan, rata-rata mengambil di International University of Africa Sudan, dikarenakan sudah disediakan Asrama Mahasiswa, dll. Sedangkan untuk program Pascasarjan beberapa tahun ini khusus mahasiswa Indonesia hanya sedikit untuk melanjutkan studinya. .disamping itu pihak kampus menyiapkan kelas persiapan kelas Bahasa arab selama satu tahun yang terbagi 3 semester, bagi mahasiswa asing yang belum dan mampu untuk berbahasa arab yang baik dan benar sebelum memasuki program S1.
sejak berdiri pada tahun 1966 dengan berbagai perobahan kampus ini sudah hampir 16 Fakultas baik di dalam negeri maupun diluar sudan.diantaranya:
1. Faculty of Islamic Studies
2. Faculty of Medicine
3. Faculty of Sharia
4. Faculty of Pharmacy
5. Faculty of Education
6. Faculty off Nursing
7. Faculty of Art
8. Faculty of Oral
9. Faculty of Economic
10. Faculty of Metals
11. Faculty of Enginerring
12. Faculty of Comunication
13. Faculty of Sciences
14. Faculty of Agriculture
15. Faculty of Computer
16. Faculty of Laboratory
Untuk lebih lanjut tentang Informasi Kuliah di International University of Africa- Sudan. Informasi lainnya bisa melalui Website Resmi Kampus dengan Alamat:http://www.iua.edu.sd/ar/ atau
Video Profil http://www.iua.edu.sd/ar/index.php?option=com_content&view=article&layout=edit&id=758


University of The Holy Qur’an and Islamic Sciences, Khartoum- Sudan
University of The Holy Qur’an and Islamic Sciences adalah satu Universitas Negeri dibawah Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi Pemerintah Sudan. 
sejarah awal mula didirikan kampus ini pada tahun 1981 Universitas hanya ada Fakultas Ilmu Alqur’an & Ilmu Bahasa serta pada tahun 1983 didirikan Lembaga Instute Omdurman. kemudian pada tahun 1991 secara Resmi diangkat oleh Pemerintah Nasional Keselamatan Revolusi Sudan menjadi Universitas.
hingga saat ini jumlah Mahasiswa Indonesia di Universitas ini tiap tahunnya semakin banyak di berbagai Program Sarjana baik S1 sampai S3, yang terbagi dari Asia terutama, Indonesia, Thailand dan sebagian Mahasiswa Asing lainya di negera-negara Africa lainnya.. hingga saat ini terdapat 11 Fakultas dan lembaga diantaranya:
1. Faculty of Holy Qur’an
2. Faculty of Education
3. Faculty of Sharia
4. Faculty of School Languange
5. Faculty of Arabic Language
6. Faculty of Community
7. Faculty of Daawa & Information
8. Faculty of Postgraduate Studies
9. Faculty of Social Sciences
10. Faculty of Computer
11. Faculty of Economic & Administrative Sceinces
Sebagai Informasi Mahasiswa Indonesia yang akan melanjutkan studi Program Pascasarjana dibidang keagamaan dan Ilmu Bahasa Arab baik lulusan Indonesia ataupun lulusan Timur Tengah lainnya. kebanyakan melanjutkan di kampus tersebut.
Untuk lebih lanjut tentang Informasi Kuliah di University of The Holy Qur’an and Islamic Sciences- Sudan. Informasi lainnya bisa melalui Website Resmi Kampus dengan Alamat:http://www.quran-unv.edu.sd/ar/
Omdurman Islamic University, Khartoum- Sudan
Universitas Islam Omdurman merupakan salah satu Universitas Negeri dbawah Kementrian Riset dan Perguruan Tinggi Sudan.
 Awal mula terbentuknya nama Kampus ini dimulai pada tahun 1901 yang diawali dengan perkumpulan sekelompok para ulama dan para pemikir ilmu pengetahuan Sudan pada saat itu. untuk mendirikan sebuah lembaga Islam. diantaranya mendirikan Lembaga Studi Islam dan Ilmu Bahasa. sehingga pada tahun 1912 M. 
resmi menjadi sebuah kampus. yang kedua disudan setelah Universitas Khartoum.hingga saat ini udah hampir 100 tahun kampus ini sudah hampir memiliki 19 Facultas dan 5 lembaga pusat penelitian lainnya baik didalam Negeri hingga diluar Sudan.
Berikut 19 Facultas dan Lembaga Riset yang ada di Omdurman Islamic University in Sudan, diantaranya:
1. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
2. Fakultas Syariah & Hukum
3. Fakultas Human Development
4. Fakultas Fharmasy
5. Fakultas Bahasa Arab
6. Fakultas Sastra
7. Fakultas Sains & Teknologi
8. Fakultas Ilmu Keperawatan
9. Fakultas Da’wah
10. Fakultas Ilmu Teknik
11. Fakultas Pertanian
12. Fakultas Pascasarjana
13. Fakultas Ilmu Informasi
14. Fakultas Pascasarjana
15. Fakultas Ilmu Pengetahuan Medical Laboratory
16. Fakultas Ekonomi & Ilmu Politik
17. Fakultas Usuluddin
18. Lembaga Riset Islam dan Ilmu Pengetahuan ( Ma’had Buhus)
19. Fakultas Ilmu Administrasi
Sebagai Informasi Mahasiswa Indonesia yang melanjutkan Studinya dikampus ini.. kebanyankan di Program Pascasarjana khusus Bidang Keagamaan dan sebagian mahasiswa melanjutkan program di sarjana (S1) melalui Beasiswa Kementrian Riset dan Perguruan Tinggi Pemerintah Sudan, melalui Lembaga Sosial Masyarakat yang langsung menanggani Mahasiswa Asing. disamping kampus-kampus Negeri lainnya di seluruh Provinsi di Sudan.
Untuk Informasi lebih lanjut tatacara mengenai Studi di Universitas tersebut bisa melalui Website Resmi Kampushttp://oiu.edu.sd/.
Singkat Universitas of Bakhtalruda – Sudan.
Universitas of Bakhtalruda adalah sebuah Universitas di kota Ad Dowiem , di Provinsi NIl Abyad (Nil Putih), antara Kota Khartoum dan Kosti dengan perjalanan sekitar 3 Jam dengan Mengunakan angkutan Umum. 
Universitas Negeri ini didirikan berdasarkan keputusan konstitusional yang dikeluarkan oleh Presidensi Republik Sudan ( Umar Hasan Al Basir) pada 2 Shawal 1417 , atau 1 Maret 1997. dan Ini adalah sebuah universitas anggota dari Federasi Universitas Dunia Islam. Hingga September 2011, 
Universitas adalah anggota dalam performa yang baik dari Asosiasi Universitas di Afrika.dan saat ini Mahasiwa Indonesia di kampus tersebut kebanyakan mengambil di Program Pascasarjana Meliputi Fakultas Tarbiyah & Adab dari 3 tahun terakhir.. Sejak berdiri hingga saat ini kampus tersebut sudah memiliki 9 Fakultas & Lembaga Instute diantaranya:
1. Fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan
2. Fakultas Tarbiyah Naima
3. Fakultas Sains
4. Fakultas Ekonomi & Ilmu Administrasi
5. Fakultas Pertanian dan Sumber Daya Alam
6. Fakultas Adab
7. Fakultas Tarbiyah Bakhtalruda
8. Fakultas Pengembangan Masyarakat (Unit Usaha)
9. Fakultas Tarbiyah Mabrouka
Untuk Informasi Lebih Lanjut bisa mengunjungin halaman Website Kampus: http://www.bakhtalruda.edu.sd/index.php?lang=ar atau Profil singkat Video :https://www.youtube.com/watch?v=x1MYoWQURiU
Untuk seluruh Informasi lebih lanjut mengenai Profil” University di Sudan, bisa melalui Sosial Media#sidik_mustaqim dibawah ini.
1. Facebook (https://www.facebook.com/profile.php?id=100000517097504)
2. Instagram: https://instagram.com/sidik_mustaqim/
3. Twitter : https://twitter.com/Sidik_2011
4. Youtube :https://www.youtube.com/channel/UCccjAMZ2VzHz2XCCgWE_pgQ
By. Sidik Mustaqim
Mahasiswa Indonesia Asal Prov Jambi
 Fakultas Syariah IUA- Sudan.