WELCOME NIL SUDAN

SELAMAT DATANG DI PUSAT INFORMASI SEPUTAR BERITA SUDAN
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

6 Jul 2016

Mahasiswa Aceh Khatib Idul Fitri di KBRI Sudan, Lebarannya Ala Indonesia



SERAMBINEWS.COM, KHARTOUM - Ratusan WNI dan mahasiswa Indonesia di Sudan, melaksanakan shalat dan merayakan Idul Fitri ala negeri sendiri di wisma Kedutaan Besar RI di Khartoum, Rabu (6/7/2016).
Hampir setiap tahun KBRI di Khartoum menggelar pelaksanaan Shalat Idul Fitri bersama sekaligus menyelenggarakan acara Open House bersama WNI dan mahasiswa Indonesia.
Seperti diberitakan mirajnews.com , Shalat Id kali ini diadakan di halaman Wisma Duta KBRI Khartoum yang dimulai sejak pukul 06.30 EAT waktu setempat, mengikuti hari raya negara-negara Arab lainnya di hari yang sama, demikian Koresponden MINA di Khartoum melaporkan.
Bertindak sebagai imam adalah Ribut Nur Huda, S.Hum, M.Ed dan Khatib Safrizal Sulaiman, S.Pd.I, MA, keduanya merupakan mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang melanjutkan Program Pascasarjana Doktoral di salah satu universitas terkemuka diSudan.
Dalam khutbahnya, Safrizal mahasiswa yang berasal dari Aceh ini menyampaikan bahwa Al-Quran harus dijadikan sebagai landasan dan pondasi dalam kehidupan, seperti halnya pada bulan Ramadhan.
Selain itu, Dubes RI untuk Sudan dan Eritrea Drs. Burhanuddin Badruzzaman, memberikan sambutan pada acara tersebut.
Burhanuddin menegaskan bahwa KBRI mengutuk keras pelaku teror bom terbaru di kota suci Madinah, Arab Saudi dan di Solo, Indonesia yang mengatasnamakan Islam.
“Karena ciri dari Islam bukan mengajarkan kepada kekerasan tetapi mengajarkan kepada perdamaian,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Konsuler Asrarudin Salam mengumumkan tentang himbauan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan, sebab sebelumnya seorang WNI menderita sakit TBC.
Acara selanjutnya adalah ramah tamah sambil menikmati hidangan menu khas lebaran di Indonesia bertempat di Wisma Duta Besar RI.
Beberapa tahun belakangan, jumlah WNI dan mahasiswa Indonesia cukup meningkat di Sudan, terutama mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya ke beberapa perguruan tinggi di negara itu. Mahasiswa Indonesia di Sudan berjumlah sekitar 650 orang.

24 Mar 2016

KBRI Sudan Adakan Pelatihan Jurnalistik Bagi Mahasiswa

Khartoum, 15 Jumadil Akhir 1437/24 Maret 2016 (MINA) – Dalam rangka meningkatkan Promosi dan daya saing Indonesia di kancah Internasional, khususnya media massa yang ada di Sudan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Khartoum, Sudan, akan mengadakan Pelatihan jurnalistik bagi mahasiswa/i Indonesia yang sedang melakukan studi di berbagai perguruan tinggi di Sudan.
Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Sidiq Mustakim, melaporkan, Kamis (24/3), pelatihan jurnalistik KBRI Khartoum tersebut akan digelar selama dua hari pada pekan kedua April 2016 dengan menghadirkan para wartawan dan jurnalis dari Asiosiasi Media di Sudan.
KBRI Khartoum mengharapkan digelarnya Pelatihan jurnalistrik yang bekerja sama dengan wartawan dan para jurnalis dari sudan, agar para mahasiswa yang ada di Sudan dapat mengasah bakat dan kemampuan dalam hal tulis menulis dan dengan harapan juga nanti tulisannya akan dimuat di kantor berita atau koran harian Sudan.
Acara yang menggunakan Bahasa Arab dan Inggris itu akan dihadiri mahasiswa/i juga melibatkan para fungsionaris beberapa ormas dan organisasi perhimpunan mahasiswa Indonesia di Sudan, Antara lain Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Sudan, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan, Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS.
“Di samping itu ada juga beberapa alumni. Sampai saat ini jumlah mahasiswa Indonesia di Sudan hampir 600 Orang yang tersebar di 10 Universitas Negeri di berbagai Program Studi di Sudan,” kata Sidiq.
Sebagai informasi tambahan dari pemantauan Koresponden MINA di Sudan, KBRI Khartoum yang dipimpin Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea, Burhanuddin Badruzzaman, selain sering mengunjungi seluruh kegiatan mahasiswa ataupun kegiatan yang bersifat kemahasiswaan ataupun organiasasi lainnya.
Dia juga telah banyak memberikan dampak Positif bagi Indonesia terutama di Sudan yang di mana ikatan kedua negara ini sudah terjalin cukup lama, bahkan sebelum kedua negara ini merdeka sudah terjalin kerjasama yang cukup kuat dengan ditandainya salah satu ulama Sudan, Syaikh Ahmad Sukarti, berkunjung ke Indonesia.
Selain itu juga dalam hal promosi budaya, perdagangan, pertanian maupun promosi lainnya, KBRI Khartoum menghadiri acara-acara bertaraf Internasional maupun nasional dengan Pemerintah Sudan maupun dengan negara sahabat. (L/K06/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
http://www.mirajnews.com/id/kbri-khartoum-adakan-pelatihan-jurnalistik-bagi-mahasiswa/107515

27 Feb 2016

Mahasiswa Indonesia Tewas Karena Tenggelam di Sungai Nil, Sudan

Khartoum, 19 Jumadil Awwal 1437/26 Februari 2016 (MINA) – Seorang mahasiswa asal Indonesia, Muhammad Naufal Syihab, Sabtu, meninggal dunia setelah tenggelam di pinggiran Sungai Nil di daerah Roy Mishri, Khartoum, Sudan,  dan mayatnya ditemukan satu jam kemudian.
Jenazah korban sudah dikuburkan di pemakaman umum tidak jauh dari Kampus International Universty of Africa (IUA), Ahad (28/2) pagi waktu setempat.
“Alhamdulillah, Ahad pagi waktu setempat, jenazah sudah disholatkan di Masjid Kampus Utama IUA dan langsung dimakamkan di pemakaman umum sekitar 5 km dari kampus,” lapor Sidik Mustaqim, Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Sudan.
Sidik mengatakan, proses pemakaman jenazah Naufal dihadiri oleh warga setempat, mahasiswa Indonesia, pihak saudara yaitu dua sepupunya yang tinggal di Sudan, pihak kampus IUA, dan pihak KBRI Khartoum, termasuk Dubes RI untuk Sudan dan Eritrea Drs. Burhanuddin Badruzzaman.
Sidik Mustaqim yang merupakan kakak kelas korban di International Universty of Africa, Sudan, menuturkan bahwa sebelum peristiwa itu terjadi pada Sabtu (27/2) sore waktu setempat, korban bermain bersama temannya di Sungai Nil di daerah Roy Mishri.
“Almarhum dan empat orang temannya sempat mandi dan berenang di pinggiran sungai Nil. Menurut informasi dari teman-temannya, almarhum tidak bisa berenang,” jelasnya.
Jasad korban ditemukan sekitar satu jam setelah kejadian oleh penduduk dan polisi sekitar bantaran Sungai Nil di radius lebih kurang 50 meter dari tempat kejadian.
“Kejadian tersebut kalau dari garis pantai sekitar 15 sampai 20 meter,” tambah Sidik yang juga berada di lokasi saat terjadi musibah itu.
Korban yang meninggal dalam usia 23 tahun tercatat sebagai mahasiswa semester III Program Islamic Studies berasal dari Lasem, Jawa Tengah, putra dari KH. Syihabuddin Ahmad dan masih cicit KH Ma’shum, salah satu ulama besar di provinsi itu.(L/K06/R05/P02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)