WELCOME NIL SUDAN

SELAMAT DATANG DI PUSAT INFORMASI SEPUTAR BERITA SUDAN

27 Feb 2016

Mahasiswa Indonesia Tewas Karena Tenggelam di Sungai Nil, Sudan

Khartoum, 19 Jumadil Awwal 1437/26 Februari 2016 (MINA) – Seorang mahasiswa asal Indonesia, Muhammad Naufal Syihab, Sabtu, meninggal dunia setelah tenggelam di pinggiran Sungai Nil di daerah Roy Mishri, Khartoum, Sudan,  dan mayatnya ditemukan satu jam kemudian.
Jenazah korban sudah dikuburkan di pemakaman umum tidak jauh dari Kampus International Universty of Africa (IUA), Ahad (28/2) pagi waktu setempat.
“Alhamdulillah, Ahad pagi waktu setempat, jenazah sudah disholatkan di Masjid Kampus Utama IUA dan langsung dimakamkan di pemakaman umum sekitar 5 km dari kampus,” lapor Sidik Mustaqim, Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Sudan.
Sidik mengatakan, proses pemakaman jenazah Naufal dihadiri oleh warga setempat, mahasiswa Indonesia, pihak saudara yaitu dua sepupunya yang tinggal di Sudan, pihak kampus IUA, dan pihak KBRI Khartoum, termasuk Dubes RI untuk Sudan dan Eritrea Drs. Burhanuddin Badruzzaman.
Sidik Mustaqim yang merupakan kakak kelas korban di International Universty of Africa, Sudan, menuturkan bahwa sebelum peristiwa itu terjadi pada Sabtu (27/2) sore waktu setempat, korban bermain bersama temannya di Sungai Nil di daerah Roy Mishri.
“Almarhum dan empat orang temannya sempat mandi dan berenang di pinggiran sungai Nil. Menurut informasi dari teman-temannya, almarhum tidak bisa berenang,” jelasnya.
Jasad korban ditemukan sekitar satu jam setelah kejadian oleh penduduk dan polisi sekitar bantaran Sungai Nil di radius lebih kurang 50 meter dari tempat kejadian.
“Kejadian tersebut kalau dari garis pantai sekitar 15 sampai 20 meter,” tambah Sidik yang juga berada di lokasi saat terjadi musibah itu.
Korban yang meninggal dalam usia 23 tahun tercatat sebagai mahasiswa semester III Program Islamic Studies berasal dari Lasem, Jawa Tengah, putra dari KH. Syihabuddin Ahmad dan masih cicit KH Ma’shum, salah satu ulama besar di provinsi itu.(L/K06/R05/P02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

10 Feb 2016

Mesir, Ethiopia, Sudan Diskusikan Efek Bendungan Nil

Khartoum, 3 Jumadil Awwal 1437/11 Februari 2016 (MINA) – Pejabat Mesir, Ethiopia dan Sudan bertemu di Khartoum pada Selasa (9/2) waktu setempat membahas proposal teknis untuk mempelajari dampak dari konstruksi bendungan raksasa Sungai Nil di Ethiopia, Grand Ethiopian Renaissance Dam.
Delegasi ketiga negara bertemu di ibukota Sudan, Khartoum, masing-masing diwakili oleh sebuah komite teknis, sepakat menyerahkan proposal studi kelayakan kepada dua perusahaan Perancis, All Africa melaporkan.
Usulan tentang studi potensi dampak bendungan telah dikirim bulan lalu ke tiga negara untuk ditinjau menjelang putaran perundingan.
Mesir, Ethiopia dan Sudan telah beberapa tahun terhenti dalam negosiasi atas bendungan di Ethiopia dan Mesir, yang dikhawatirkan akan memiliki efek merugikan pada pengguna Sungai Nil.
Sungai Nil merupakan salah satu sungai terpanjang di dunia, mengalir sejauh 6.650 km dan melewati sembilan negara, yaitu: Ethiopia, Mesir, Sudan, Zaire, Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda dan Burundi.
Sumber Sudan mengatakan bahwa tiga komite menyetujui anggaran keuangan untuk perusahaan dibagi sama rata, menurut sebuah pernyataan di situs Kementerian Luar Negeri Ethiopia.
Artelia Group, yang menawarkan manajemen proyek konsultasi dan jasa, terutama air dan lingkungan, ditunjuk untuk melaksanakan 70 persen dari studi. Sisa pekerjaan lainnya akan dilakukan oleh BRL Group yang menawarkan jasa konsultasi khusus air dan lingkungan.
Tiga negara telah sepakat bahwa kontrak dengan dua perusahaan akan ditandatangani paling lambat pertengahan Februari.
Bulan lalu, Menteri Air dan Irigasi Mesir Hossam Moghazi sudah mulai melakukan studi untuk menentukan dampak dari bendungan air yang mencapai Mesir dan Sudan, serta efek pada hasil listrik dari bendungan yang sudah ada. Mesir memiliki dua bendungan besar, yaitu Aswan High Dam dan Sudan Merowe Dam, proyek-proyek listrik tenaga air.
Studi juga mengidentifikasi efek dari pengaruh lingkungan, ekonomi dan sosial dari bendungan di Mesir dan Sudan, Menteri Moghazi menambahkan.
Mesir, Ethiopia, dan Sudan telah mengadakan lebih dari 10 putaran perundingan selama dua tahun terakhir, guna menjamin bahwa bendungan hidroelektrik tidak akan mengurangi kapasitas Sungai Nil.
Pembicaraan tripartit di Khartoum pada Desember lalu menyepakati “Khartoum Dokumen” yang menetapkan mekanisme untuk menyelesaikan masalah berkaitan dengan bendungan Sungai Nil. Dokumen menetapkan kerangka waktu delapan bulan sampai satu tahun untuk menyelesaikan studi teknis.
Selama beberapa dekade, Mesir telah menerima 55 miliar meter kubik air sungai Nil setiap tahun, sebagai pengguna terbesar.
Mesir sangat bergantung pada sungai Nil sebagai sumber utama air dalam pertanian. Namun Ethiopia juga merasa berhak menggunakan air sungai itu untuk pembangunan, dengan menciptakan listrik menggunakan bendungan. Kedua negara telah menegaskan beberapa kali bahwa mereka tidak akan merugikan kepentingan masing-masing negara. (T/P4/R05)
 Mi’raj Islamci News Agency (MINA)

Festival Budaya Asian Cultural Festival In Sudan

EL-GENEINA (Pos Kota) – Tepuk tangan meriah dari kurang lebih 2000 orang yang hadir dalam pergelaran acara festival budaya, sesaat usai penampilan personel TNI dari Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid (United Nations African Union Mission in Darfur) yang mempertunjukan tarian tradisional Indonesia, yaitu Tari Lenggang Mainang yang dikolaborasikan dengan Tari Saman, pada Asian Cultural Festival In Sudan, di Hotel Chorintia, Khartoum, Sudan Afrika.
Kegiatan ini digelar oleh Pemerintah Sudan bertujuan guna memperkenalkan kultur negara-negara khususnya negara dari benua Asia, kepada masyarakat Sudan sendiri. Selain menampilkan tarian tradisional dari setiap negara, diperkenalkan juga makanan tradisional negara partisipan Asian Cultural Festival In Sudan termasuk Indonesia. Festival tahunan yang sudah dua kali diselenggarakan, pada tahun ini diikuti oleh 9 negara yaitu Indonesia, China, India, Iran, Jepang, Korea, Malaysia, Pakistan Serta Rusia.
Ditempat terpisah, Komandan Satgas Konga XXXV-A/Unamid Letkol Inf M. Herry Subagyo, seusai kegiatan tersebut mengatakan, selain peran kita sebagai peacekeeper pada misi perdamaian di Darfur Sudan, kita juga merupakan Duta Bangsa yang memperkenalkan Indonesia dimata Dunia. “Sebuah kesempatan, dan kehormatan bagi Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid dapat memperkenalkan kebudayaan Indonesia diluar negeri” tandasnya.
Tim kesenian budaya dari Kontingen Indonesia yang tampil dalam Asian Cultural Festival In Sudan terdiri dari 8 orang personel dipimpin oleh Kapten Inf Reza Syahputra, dan sebagai ketua rombongan sekaligus sebagai supervisor tim budaya dari Satgas Konga XXXV-A/Unamid yaitu Mayor Marinir Ahmad Yani, yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Seksi Personel Satgas Konga XXXV-A/Unamid.
“Performa tim kesenian kita sangat membanggakan, terlihat dari apresiasi penonton saat tarian budaya Indonesia ditampilkan, maupun seusai penampilan. Kami bangga sekali dapat menunjukan wajah Indonesia yang kaya akan budaya di hadapan orang-rang dari berbagai negara”, ungkap Mayor Marinir Ahmad Yani.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, pejabat Kementerian Pariwisata dan Kementerian Luar Negeri Negara Sudan, Duta Besar RI Untuk Sudan Bapak Burhanuddin Badruzzaman, serta para Duta Besar Negara-negara yang turut berpartisipasi pada acara Asian Cultural Festival In Sudan.
Perwira Penerangan Konga XXXV-A/Unamid
Lettu Laut (KH) Eldhira Respati, S.Sos.

8 Feb 2016

Sudan Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional Persatuan Wanita Muslim


Khartoum, 1 Jumadil Awwal  1437/9 Februari 2016 (MINA) – Sudan menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Persatuan Wanita Muslim, yang diselengarakan selama dua hari dari 8 hingga 9 Februari 2016 bertempat di Friendship Hall, Khartoum.
Dalam sambutannya pada pembukaan konferensi, Selasa,  Sekretaris Jendral  Persatuan  Islam Wanita Muslim Afaf Mohammad mengatakan, konferensi ini bertujuan mengembangkan peranan wanita muslim untuk meningkatkan kapasitasnya agar dapat bersaing dalam isu-isu kontemporer.
Afaf mengatakan, selain itu juga untuk memperkuat posisi perempuan yang saling berpartipasi dalam pembangunan manusia khususnya di bidang wanita.
“Terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi saat ini, baik  di bidang perdamaian, mau pun pembangunan lainya,” kata Afaf di Friendship Hall, Khartoum, Selasa (9/2).
Berdasaran pantauan koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA)  di Sudan, sekitar 26 Negara Muslim ikut menghadiri Konferensi Internasional Persatuan Wanita Muslim tersebut.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu mengangkat tema tentang “Isu-isu Kontemporer dan Peradaban  Wanita Muslim”. Hadir lebih dari 76 para Ahli di bidang Perempuan yang mewakili Anggota Dewan Pembina dari negara-negara Muslim, termasuk Ibu Prof. Dr. Tuty Alawiyah, MA Dewan Pembina MAAI (Majelis Ilmuan Muslimah Internasional) sebagai delegasi dari Indonesia serta Ketua Umumnya Ibu Prof. Dr. Amany Lubis, MA.
Hadir juga beberapa duta besar negara sahabat dan diplomat, di antaranya kehadiran Duta Besar Arab Saudi untuk Sudan, Dr. Faisal bin Hamid Mualla. Serta para Alim Ulama’ Sudan.
Awal mula Organiasasi Cendikiawan Perempuan Muslim yang ini didirikan oleh The Internasional Muslim Women Union (IMWU), bertempat di Khartoum, Republik Negara Sudan pada 20 November 1997. IMWU sendiri adalah lembaga non pemerintah yang memiliki sifat konsultatif dengan Dewan Ekonomi Sosial PBB (ECOSOC).
Sedangkan untuk Perwakilan  cabang  di Indonesia pertama kali didirikan oleh Prof. Dr. Nabilah Lubis, yang juga seorang pendiri MAAI Internasional mengatakan bahwa MAAI cabang Indonesia berdiri pada April tahun 2000 saat kongres IMWU ke-2 di Beirut. Di kongres IMWU ini, kepengurusan MAAI pusat dipimpin oleh Maroko setelah beberapa kali pergantian penggurus.(L/K06/P010/R05)


Miraj Islamic News Agency (MINA)

Sudan Gempar Warganya Bunuh Tentara Israel

Khartoum, 29 Rabi’ul Akhir 1437/8 Februari 2016 (MINA) – Pemerintah dan rakyat Sudan digemparkan oleh pemberitaan seorang warganya yang dilaporkan membunuh seorang tentara Israel di Palestina.
Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Khartoum memberitakan, media-media nasional di Sudan melaporkan, tentara Israel itu tewas setelah ditikam pada Ahad (7/2) di Askhelon, beberapa media dan polisi Israel telah mengumumkan hal itu.
Pelaku yang tidak disebutkan namanya itu statusnya sedang menjadi tamu di Palestina.
Kejadian itu bermula ketika serorang pria Sudan di dalam bus, tiba-tiba menyerang seorang tentara Israel dengan menikamnya, lalu langsung melarikan diri. Dalam pengejaran itu, polisi Isreal langsung menembak mati pelaku.
Sejauh ini, juru bicara polisi Israel tidak mengungkapkan rincian tentang apa yang pelaku lakukan di Palestina.
Beredar juga beberapa video tentang kejadian itu yang menyebutkan untuk pertama kalinya seorang non-Palestina “syahid” dalam Intifadha oleh kejahatan Israel. (L/K06/P001)


Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

7 Feb 2016

Sudan Gempar Warganya Bunuh Tentara Israel

Khartoum, 29 Rabi’ul Akhir 1437/8 Februari 2016 (MINA) – Pemerintah dan rakyat Sudan digemparkan oleh pemberitaan seorang warganya yang dilaporkan membunuh seorang tentara Israel di Palestina.
Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Khartoum memberitakan, media-media nasional di Sudan melaporkan, tentara Israel itu tewas setelah ditikam pada Ahad (7/2) di Askhelon, beberapa media dan polisi Israel telah mengumumkan hal itu.
Pelaku yang tidak disebutkan namanya itu statusnya sedang menjadi tamu di Palestina.
Kejadian itu bermula ketika serorang pria Sudan di dalam bus, tiba-tiba menyerang seorang tentara Israel dengan menikamnya, lalu langsung melarikan diri. Dalam pengejaran itu, polisi Isreal langsung menembak mati pelaku.
Sejauh ini, juru bicara polisi Israel tidak mengungkapkan rincian tentang apa yang pelaku lakukan di Palestina.
Beredar juga beberapa video tentang kejadian itu yang menyebutkan untuk pertama kalinya seorang non-Palestina “syahid” dalam Intifadha oleh kejahatan Israel. (L/K06/P001)



Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Alumni Sudan, dukung peningkatan hubungan Indonesia-Sudan

Jakarta (ANTARA News) - Alumni lulusan universitas-universitas di Sudan berkumpul di Kedutaan Besar Republik Sudan di Jakarta pada Minggu dan menyatakan tekad mereka membantu meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Sudan kepada Duta Besar Sudan untuk Indonesia Abd Alrahim Alsiddig.

Dubes Abd Alrahim mengatakan kepada Antara bahwa Sudan memberikan 200 beasiswa tahun lalu kepada mahasiswa Indonesia untuk belajar di jenjang pendidikan S2 dan S3.

"Kami telah lama menanti dan menyambut baik penyelenggaraan pertemuan ini," kata Dr Tulus Musthofa Lc MA, salah seorang tokoh alumni Sudan.

Menurut Tulus, cukup banyak mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia belajar di negara Afrika tersebut dan jumlahnya dari tahun ke tahun meningkat.

"Perhatian Sudan pada soal pendidikan luar biasa dengan membebaskan siswa dan mahasiswa bebas dari biaya pendidikan," katanya.

Dosen UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta itu memuji kebijakan Sudan yang memberikan beasiswa terutama kepada mahasiswa Indonesia. 

"Kami juga mengusahakan penambahan beasiswa kepada mahasiswa Sudan untuk belajar di Indonesia dan meningkatkan jumlahnya pada tahun-tahun mendatang," kata Tulus.

Sejauh ini Indonesia memberikan sekitar 20 beasiswa kepada mahasiswa Sudan untuk belajar di jenjang S2 dan S3.

Mahasiswa Indonesia antara lain belajar bahasa Arab, tafsir Alquran dan syariah di universitas-universitas terkenal di Sudan.

Lebih 80 orang alumni yang datang dari berbagai daerah antara lain di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Maluku Utara dan Sulawesi merumuskan apa yang mereka dapat berikan di bidang sosial-budaya, ekonomi dan politik, bukan untuk apa yang mereka peroleh kelak, dengan membentuk sebuah tim.

"Kami akan mempertimbangkan proposal yang akan para alumni sampaikan dan berharap jadi peta jalan untuk masa depan hubungan dan kerja sama dua negara bersahabat ini," kata Dubes Abd Alrahim.

Diharapkan, proposal dari asosiasi persahabatan Indonesia-Sudan tersebut komprehensif, inklusif dan kerja sama berkelanjutan.

"Sangat penting bagi kami untuk mendengarkan dan merima masukan-masukan dari para alumni sebagai upaya untuk mengaktifkan hubungan. Pertemuan ini merupakan alat untuk mengaktifkan," kata dia.

Lebih jauh Dubes Sudan itu mengatakan bahwa penambahan beasiswa merupakan wujud untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Sudan dan Indonesia yang telah lama terjadlin.
Editor: Ruslan Burhani

5 Feb 2016

Presiden Omar Bashir: Transportasi Sungai Dengan Sudan Selatan Kembali Dibuka

Khartoum, 27 Rabi’ul Akhir 1437/5 Februari 2016 – Presiden Sudan, Omar Hasan Ahmad Al Albashir, mengumumkan akan membuka kembali jalur Transportasi perdagangan lintas Sungai antara Sudan dan Sudan selatan melalui pelayaran Antara Provinsi Wilayah Nil Abyad (Kosti) dan Juba ( Ibu kota Sudan selatan) demi menjaga stabilitas keamanan, politik, dan ekonomi antar kedua Negara.
Hal tersebut disampaikan Omar Hasan Ahmad Al Abashir, dalam pidato di hadapan staf pemerintah, ketika melakukan lawatan kerja ke Provinsi Nil Abyad, Kamis (4/2).
“Kami tidak akan menghukum masyarakat Sudan selatan, karena kami ingin kedua Negara ini hidup damai sesuai kesepakatan dan undang-undang yang berlaku,” ujar Omar, demikian Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan dari Sudan.
Sementara itu, jalur transportasi perdagangan dan barang jalur Sungai diketahui sudah ditutup pada Mei 2012 antara Sudan Utara dan Selatan.
Hal itu disebabkan karena adanya ketegangan di kedua pihak, diantaranya penyitaan kapal barang oleh Sudan Selatan, serta kedua negara saling menuduh masing-masing pihak mendukung pemberontakan antar satu dengan yang lain.
Menurut Badan Statistik PBB baru-baru ini, di perkirakan 198.000 orang Sudan Selatan mengungsi ke Sudan, setelah pecahnya konflik di Selatan pada pertengahan Desember 2013, dan kebanyakan mereka bermukim dan melarikan diri sebagian ke Wilayah Nil Putih dan Ibu Kota Sudan (Khartoum).
Kunjungan kerja Presiden Sudan ke Wilayah Nil Putih dalam Rangka membuka sejumlah Proyek pembangunan perkelanjutan, seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air, yang dikabarkan terbesar di Sudan.
Presiden juga mengatakan, pembentukan Proyek-proyek terbaru ini di wilayah Nil Putih adalah hadiah terbesar dan ini merupakan langkahnya sebagai pemerintah.
Dia menambahkan, hasil dari kontrak kerjasama dengan Pemerintah India untuk memperluas stasiun pembangkit listrik yang ada di Sudan lebih kuranng 700 Megawatt dengan rincian tahap pertama 500 Megawatt dan sisanya tahap kedua diperkirakan menghasilkan lebih kurang 250 Megawatt.
Selain itu, Presiden Sudan berjanji akan menjadikan Wilayah Nil Putih sebagai Penghasil dan Produsen Minyak Negara ke depannya, serta Pembuatan Proyek Bandara Internasional untuk Arus Transportasi Udara antara ibu kota Khartoum, baik barang atau jasa penumpang lainnya.
Presiden Sudan berjanji kepada masyarakat Provinsi Nil Abyad, akan menyediakan air minum bersih untuk warga di Desa-desa yang selama ini belum terjangkau.
Kunjungan Presiden Sudan ke Sungai Nil Putih bersama staf pemerintahan, untuk mendengar dan melihat permasalahan yang ada di sekitar Wilayah serta mengawal proyek-proyek kedepan demi tercapainya semua Program- program yang baik dan berguna bagi seluruh Masyarakat. (L/P008/K06/P4)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

3 Feb 2016

Jodoh Itu Unik

Jodoh itu unik, seringkali dikejar-kejar, ianya malah menjauh entah kemana. Padahal, siempunya sudah yakin sekali kalau si fulan atau fulanah itu akan mejadi jodohnya. Meski jaring telah ditebar, tak satu jua pun ikan terperangkap. Meski lautan luas sudah diseberangi, gunung-gunung tinggi sudah didaki, tapi saat jodoh itu belum ketemu, ya tetap saja tidak akan mendapatkan si belahan jiwa.
Sebaliknya, ada orang yang mencari jodoh terlihat biasa-biasa saja, entah itu dari gregetnya untuk mendapatkan jodoh atau sekedar membicarakannya. Tapi, siapa sangka, orang yang ditengah-tengah temannya dianggap biasa saja dan seolah tak pernah membicarakan tentang jodoh, ternyata dialah yang lebih dulu mendapatkan pendamping hidup. Tak jauh pula mendapatkannya, ya…teman satu kampus juga rupanya.
Jodoh memang unik, saat dikejar-kejar, ia makin menjauh. Tapi saat tak sengaja mencarinya, ternyata dia semakin mendekat. Ibarat orang yang kenal syariat, pacaran bertahun-tahun sampai tahu hitam putihnya si ‘pasangan’, namun tak hujan tak ada panas, ternyata salah satu dari keduanya malah lebih memilih menikahi gadis atau pemuda lain. Ternyata jodoh tak bisa ditentukan oleh mereka yang pacarannya sudah puluhan tahun sekalipun.
Untuk ngeles kaum pelaku pacaran itu serigkali berdalih begini, “Saya gak pacaran kok, hanya saja kita saling terbuka satu sama lain. Ya, curhat-curhatan gitu deh…” Ada lagi yang pacaran berargumentasi begini, “Lah, kalau gak pacaran, gimana mau tahu dan kenal siapa dia? Pacaran inikan dalam rangka penjajagan calon?” Orang yang kena virus merah jambu alias pacaran alias cinta buta ini, biasa punya sejuta alasan untuk membenarkan bahwa yang ia ‘amalkan’ itu tidak bertentangan dalam syariat Allah Ta’ala.
Jadi, jangan pernah Anda menasihati orang yang pacaran jika Anda sendiri belum mempunyai dalil yang kuat dan menunjukkan bukti nyata bahwa pacaran itu adalah aib dan satu hal yang norak di jaman serba canggih ini. Pacaran akan menjadi indah bila saatnya tiba (menikah). Karena itu, berapa tahun pun seseorang itu pacaran, yakinlah jika mereka tidak jadi menikah, maka penyesalan tentu akan terjadi dan mengusik keperibadiannya, kecuali jika mereka bertaubat.
Jodoh memang unik, sesuatu yang seakan sudah pasti ternyat berubah menjadi keraguan yang memuncak. “Dia itu baik, saya ingin sekali menikah dengannya. Tapi…gimana ya, apakah dia sudah mampu menafkahi saya kelak?” Awalnya yakin 100%, tapi sedetik kemudian malah ragu 1000%. Jodoh memang unik. Ada yang mulanya ragu sekali, tiba-tiba berbalik menjadi yakin sejuta persen. Inilah jodoh, dicari kemana-mana tak kunjung datang. Didiamkan tak dicari tiba-tiba muncul didepan mata.
Jodoh memang unik, kadangkala ia selalu diimpikan, setiap dipenghujung malam larut dalam doa agar Dia mempertemukan dengan belahan jiwa yang dirindukan dan berujung dipernikahan. Sebaliknya, ada orang yang secara zahir sepertinya tidak pernah memikirkan tentang siapa jodohnya, tahu-tahu Allah berkehendak lain, ia segera bersanding di pelaminan.
Bisa disimpulkan, jodoh itu…bukan seberapa lama seseorang mengenal si dia, tapi seberapa yakin kau mengenal dan mendekat kepada-Nya. Jodoh itu…bukan sekedar usaha siang malam mencari belahan jiwa, tapi seberapa kuat engkau tawakal kepada segala kehendak-Nya. Jodoh itu…bukan kebanggaan bisa memacari seseorang lalu kau yakin akan menikah dengannya. Tapi jodoh itu, siap menerima siapa saja yang Allah sediakan untukmu.
Jodoh itu…bukan pasangan yang baik menurut syahwat kita, tapi bagaimana pasangan itu baik dalam pandangan Allah. Jodoh itu…bukan sesuatu yang harus ngoyo dalam mencarinya sehingga membuat lupa ibadah kepada Allah. Sebaliknya, jodoh itu jika saatnya tiba, pasti dia tidak akan kemana. Itulah jodoh, ia menjadi rahasia Ilahi bagi setiap hamba-Nya. Tujuannya, agar setiap kita bisa semaksimal mungkin bertawakal kepada-Nya. Agar kita semaksimal mungkin dalam meyakini setiap janji-Nya.
Tanda Si Dia Jodoh Yang Baik
Tak satupun yang tahu dengan siapa ia berjodoh, apakah dengan wanita atau pria cantik, kaya atau miskin, baik atau buruk perangainya. Anehnya, banyak juga orang yang masih percaya dengan ramalan tentang dengan siapa dia berjodoh. Padahal sudah sangat jelas, hanya Allah-lah yang tahu tentang urusan Jodoh. Namun dalam Islam, tanda-tanda jodoh bagi seseorang itu bisa dilihat atau meliputi tiga hal antara lain; memaklumi, memaafkan, dan memotivasi. Secara singkat penjelasan mengenai tiga hal itu adalah sebagai berikut.
Pertama, dia yang paling Bisa Memaklumi keadaan Anda. Jodoh bermula dari hati ke hati, maka jika ada orang yang benar-benar mencintai Anda, ia bisa memaklumi dan mengenal serta menerima Anda dari hatinya yang paling dalam. Dari penampilan fisik, perasaan, dan semua keadaan Anda, maka ia akan menerima Anda apa adanya. Ia ridha sepenuhnya menerima kehadiran Anda kelak di sisinya untuk menjadi kekasih halalnya.
Kedua, dia yang paling Bisa Memaafkan kesalahan Anda. Tidak mudah mendapatkan pasangan yang baik apalagi Anda sendiri belum menjadi orang yang baik. Lebih dari itu, sulit mendapatkan pasangan yang pemaaf apalagi jika dia bukan orang yang mempunyai ilmu dien yang cukup. Memang, setiap manusia punya kesabaran yang berlevel beda. Namun paling tidak, pasangan Anda kelak adalah orang yang bisa memaafkan Anda bila Anda telah berbuat salah.
Sejatinya, pasangan yang mencintai Anda dengan ikhlas adalah seseorang yang mampu memaafkan Anda dengan tulus. Tapi ingat, bisa jadi pasangan Anda hanya akan memaafkan jika Anda tidak melakukan kesalahan yang fatal. Sebab level kesabaran manusia tidak sama satu dengan yang lain. Jadi, perbaiki diri dalam setiap pergaulan apalagi dengan pasangan Anda.
Ketiga, dia yang paling Bisa Memotivasi diri Anda. Adakalanya, kita terpuruk dalam hidup, sebab hidup kita tak selamanya diatas. Hidup kita seperti roda pedati yang terus berputar, atau seperti roda kendaran roda empat yang terus berputar. Sunnatullah kadang Anda dibawah kadang diatas, karena itu Anda memerlukan motivasi dari seseorang yang kelak bisa menjadi teman hidup Anda yang halal. Sebab pasangan yang baik adalah yang selalu memotivasi Anda walaupun ujian seringkali menerpa Anda.
Mencari pasangan yang senang memotivasi Anda hari ini tidak mudah. Mengapa? Karena kebanyakan pria atau pun wanita lebih senang mencari pasangan hidupnya berdasarkan materi semata. Jika calonnya mempunyai harta berlimpah, maka ia akan mendekat dan menerima untuk menjadi pasangan hidupnya. Namun sebaliknya, jika ia tak bermateri dan dalam kondisi terpuruk, maka tak satupun yang siap menerima dan menjadi pasangan hidupnya. Karena itu, bagi Anda yang sedang mencari-cari jodoh, carilah orang yang kelak bisa memotivasi Anda saat kondisi Anda sedang bahagia terlebih lagi saat Anda sedang terpuruk dalam ujian.
Dari ketiga hal di atas, bisa disimpulkan, setiap orang yang ingin mencari pasangan hidupnya, maka syarat utama adalah orang tersebut baik dan gemar berbuat kebaikan untuk membangun kedekatan kepada Allah. Yakinlah, jika Anda sudah mempunyai calon pasangan hidup yang baik (soleh/ah) seperti tiga kriteria di atas, maka jangan sia-siakan dia. Jika Anda pria sejati, maka melangkahlah dan jangan ragu untuk segera meminangnya, karena bisa jadi, tidak ada kesempatan kedua bagi Anda.
Meski jodoh itu unik, tapi paling tidak jika Anda ingin mencari jodoh, maka perhatikanlah ketiga hal di atas agar kelak kehidupan rumah tangga Anda ‘abadi’ dan tidak mudah terhempas jika badai ujian datang menerpa. Jangan mencari jodoh atas dasar nafsu seperti: ganteng, cantik, kaya, dan sebagainya, tapi carilah ia yang baik pemahaman (ilmu) agamanya, lurus tauhidnya, kuat akidahnya serta tekun ibadah dan mulia akhlaknya.
Menikahlah segera, bila hati Anda sudah menggebu ingin mempunyai pendamping hidup. Jangan menundanya sebab menikah adalah bagian dari sunnah Nabi tercinta. Menikah berarti menjalankan sunnahnya yang mulia, dan hal itu sesuai dengan fitrah manusia. Dengan pernikahan pula akan tumbuh mawaddah dan rahmah dalam biduk rumah tangga sehingga akan muncul rasa sakinah (bahagia) yang menenteramkan hati dan mendapatkan pahala berpuluh kali lipat. Dengan pernikahan, keturunan umat manusia akan tetap berlangsung semakin banyak dan berkesinambungan.
Allah Taala berfirman yang artinya, “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram bersamanya, dan dijadikanNya di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda (kekuasaanNya) bagi kaum yang berfikir.” (Qs. Ar-Ruum: 30).
Jadi, meski jodoh itu unik, tapi ia perlu dijemput dengan usaha maksimal, memperbanyak doa, dan tawakal kepada Allah Yang Maha Menentukan. Jika Anda lelaki soleh, maka segeralah jemput calon bidadari Anda yang sudah lama menanti dan berharap Anda menjadi imamnya. Jangan biarkan ia berkata, “Haruskah aku yang melamarmu ikhwan…?”(R02/P2)


Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
http://mirajnews.com/id/jodoh-itu-unik/99552/

2 Feb 2016

Media Sudan Sorot Pemerintah Tolak Hubungan Diplomasi Iran Dan Israel

 Khartoum, 23 Rabi’ul Akhir 1437/2 Februari 2016 (MINA) – Sebagian harian nasional Sudan pada Senin (1/2) menyoroti konsistensi Presiden Omar Al-Bashir tidak akan membuka normalisasi hubungan diplomasi dengan Iran dan Israel.
Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Khartoum melaporkan Senin (1/2), harian seperti Alwan, Akhir Akhbar, Asshohafah dan lainnya memberitakan, alasan Pemerintah Sudan kepada Iran lebih ditekankan kepada isu penyebaran aliran paham yang dianut mayoritas warga Iran, yaitu Syiah.
“Kami tidak paham akan aliran Syiah, akan tetapi kami dan masyarakat Sudan menganut Sunnah selama ini, oleh karena itu cukup bagi kami akan konflik yang terjadi pada 2014 lalu,” kata Al-Bashir saat berada di Addis Ababa, Ethiopia, Ahad lalu.
Sikap keras Pemerintah Khartoum terhadap paham Syiah sudah terjadi sejak September 2014 yang berujung dengan penutupan Pusat Kebudayaan Iran di seluruh negeri dan pengusiran atase kebudayaan Iran dan staf pusat mereka dari Sudan.
Langkah tegas itu diambil karena ada indikasi kuat Kantor Pusat Budaya Iran di Khartoum dan di sebagian wilayah di Sudan menyebarkan paham Syiah.
“Kami memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, dan mereka harus meninggalkan seluruh aktifitasnya di Khartoum, ketika kedutaan Arab Saudi yang berada di Teheran diserang oleh pengunjuk rasa,” kata Presiden merujuk pada serangan demonstran Iran terhadap Kedutaan Arab Saudi di Teheran pada 2 Januari lalu.
Sudan sendiri, membuka kedutaannya di Teheran pada 1974, ketika Sudan dipimpin oleh Presiden Jaafar Muhammad Al-Nemieri.
Setelah terjadi Revolusi Iran, kedutaan Sudan ditutup kembali pada 1979. Dibuka kembali pada masa pemerintahan Presiden Ahmed Al-Mirghani dan Perdana Menteri Sadiq Al-Mahdi pada 1989. Hingga akhirnya berujung pada penutupan dan penarikan Duta Besar Sudan di Iran dan pengusiran Duta Besar Iran di Khartoum pada awal 2016.
Adapun dengan Israel, dikarenakan rezim pendudukan itu selalu membuat kejahatan kemanusian dan penodaan terhadap bangsa Palestina, yang menurut Al-Bashir memang harus diadili di Mahkamah Internasional.
Hal itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Negara Sudan Hassabu Mohammad Abdalrahman dalam pidatonya di acara dialog dengan seluruh elemen politik di Khartoum, Ahad malam. (L/K06/P001)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)